Sedikit berbagi mengenai segala sesuatu yang terlintas dipikiran. Membaca hanya akan meracuni pikiran murni kalian. Baca apa yang harus kalian baca. Akan menetukan seperti apa pikiran kalian nantinya.
Kamis, 21 Maret 2013
Sabtu, 16 Maret 2013
Kamis, 14 Maret 2013
Rabu, 13 Maret 2013
si Mata Satu
Kotak gelap
nan pengap tak lagi menyesakkan nafasku
Bukan
seperti anak anjing yang riang mengejar ekornya sendiri
Namun,
sebahagia itulah aku
Bebas, tak
lagi terbelenggu
Di antara
peluk telapak tangan hangat itu
Aku koki
yang menyajikan hidangan memori sang Tuan Ramah
Ku saksikan
momentum kemenangan sang Nyonya Bahagia
Ku ceritakan
semua padamu, Dunia
Ku syairkan
lirik-lirik kerinduan
Hahahaha…
Nampaknya
semakin membesar kepalaku
…
Andai aku
punya
Kala itu aku
menemani sang Tuan mengukir jejaknya
Tersenyum-senyum
aku melihatnya
Terkekeh-kekeh
di antara kawan seperjalanannya
“Ah Tuan…
jangan mengusap wajahku seperti itu”
Batinku
dalam hati,
Pastinya
pipiku tak kan memerah seperti mereka para gadis desa
Aku tahu ini
saatnya aku harus bekerja
Mengabdi kepada
Tuanku
Lamunan Pengelana
Sunyi sepi gurun
menyelimuti perjalanan kudaku
Asik sendiri mengangguk mengikuti irama
Apa kau menikmati musik syahdu pasir berbisik?
Nampaknya aku mulai menikmatinya juga
Kau tahu, kuda?
Sering kali gunung pasir itu lukisan bagiku
Paras gadis gurun yang kita jumpai tempo hari
Oase tak lagi permata gurun tanpanya
Bulan purnama tak cukup terang melawan elok matanya
Ah, kau kuda…
Terkikih saja karna lamunanku
Beruntung awan menutup sinar rembulan
Sembunyikan wajah merah padam
Adakah gadis gurun menanti?
Hanya sekedar penambah semangat
Piramida-piramida itu menanti tuk ku jemput
‘kan ku bongkar rahasia harta karun
Pasti…
inspired from "The Alchemist"
Langganan:
Komentar (Atom)












