Sabtu, 25 Maret 2017

Filter Biologis part 2

Numpang nyolong catatan dari pak dokter Imam Pranoto, Teras, Boyolali tentang filter memfilter.

Ternyata eh ternyata, yang namanya aquarium dengan filter biologis samping itu kebanyakan nggak memadahi, dalam artian filternya minim banget gitu deh, jadi kurang optimal dalam bersih-bersih tank yang ditinggali oleh si iwak alias ikan peliharaan kita

Di grub facebook Ikan Hias Solo atau yang biasa disingkat IHS muncul lagi pertanyaan mengenai susunan filter biologis yang baik dan benar

Diposting oleh akun Neny Afriaant :

#Mau tnya gan.
Ada yg tau susunan bwt aquarium bio samping gk gan. .dr atas sampai bwah yg pling recomended gmana ya apa aja bhan2 yg d.bthkan. .trma kash admin!

Dan dijawab oleh mas Imam Pranoto :

Rata2 Aquarium dgn Biosamping memang kapasitas filterny tdk smp 30% dr vol efektif aquarium.

Utk Mekanik (dr atas ke bawah)
- Batu Koral kecil2
- Biofill Sponge (tebal 3 cm).
- Dakron permukaan rata (hitech/ultra)
- Busa bergelombang (purnama).

Utk Biologi (media dgn SSA besar)
- Batu Apung (permukaannya porous baik utk rmh bakteri, cukup efektif, ekonomis)
- BioBlox (efektif, bs dibuat dari biofill sponge lembaran dipotong2 jd btk kubus 3x3x3 cm, 1 lembar 8-10rb, 1 lembar bs jd 40 pcs Bioblox)
- Crystal Bio (sangat efektif tp mahal).

Utk Kimia
- Batu Zeolit (penting pd masa2 setting awal, utk menyerapn lgsg amonia, sambil menunggu maturitas biomedia).
- Karbon Aktif
(Zeolit & Karbon aktif pnya masa efektif +- 3 bulan)
- Karang jahe. (Bisa sekaligus sbg biomedia, krn permukaannya yg porous).

Atau juga bisa chamber 1&2 diisi full BioBlox (bisa sbg mekanik & biologi), ditempatkan dlm kantong jaring, bru dimasukkan dlm chamber. Spy mudah nnti saat membersihkan chambernya.

Khusus chamber biologi, diberi tambahan aerasi utk menunjang kehidupan bakteri & proses nitrifikasi (amonia-nitrit-nitrat).
Tambahkan juga bakteri starter.

Pengalaman, sy liat dari admin master louhan, hanya menggunakan Bioball, sbg biomedia, aquarium besar 1 meteran + biosamping, dgn populasi 1 louhan + 1 parrot, airnya bisa cling trus. Itu krn populasi & frekuensi pemberian pakannya terjaga.
Cc Paman Abdurrahman

Juga postingan admin master predator, full BioBlox (sbg media mekanik sekaligus biologi), ditaruh dlm box stereofoam sbg filter external utk aquariumnya yg jumbo.
Cc Mbah Dwipo Yono.

Intinya, pemilihan media filter baik utk mekanik & biologi, jg memperhatikan populasi tank & frekuensi pemberian pakannya. Krn kotoran ikan & sisa pakan inilah yg akan menentukan berat ringanya proses filtrasi.

#cmiiw ya lur 








Rabu, 22 Maret 2017

Filter biologis

Tempo hari ada pembahasan mengenai "Gimana sih biar aquarium bisa bening airnya?"

Sebelum membahas bagaimana cara "ngebeningin" air, kita bahas dulu ukuran tanknya...

Tank yang aku gunakan berukuran 100*40*50, merupakan ukuran maksimal untuk keamanan dan meminimalisir kaca pecah dikarenakan tekanan air terlalu besar dengan menggunakan kaca 5mm

Ukuran tersebut dikurangi untuk biologis dengan ukuran kurang lebih 15cm pada panjangnya dengan 3 chamber (tiga ruangan)

Sementara ini aku menggunakan media :
Di chamber 1:
Dakron
Japan matras
Spon hitam
Dakron
Karang jahe
200 bio ball

Chamber 2:
Karang jahe full

Chamber 3:
Power head kandila 1200l/h

Jujur aja dengan menggunakan media dengan susunan seperti itu aku masih merasakan kekurangan dimana spon harus dicuci setiap pagi, terkadang bisa 2x sehari agar air tetap bening / bersih

Kemudian mas Imam Pranoto memberi masukan :

" Dengan kapasitas filter minim spt itu, kalau Biomedia hanya mengandalkan BioBall, kurang efektif nanti filtrasinya khususnya nitrifikasinya, apalagi populasinya masih cukup banyak ikannya. "

Lalu gimana seharusnya?

" Kalau mau hemat pake Batu Apung, untuk Biomedia, banyakk pori-pori berlubang (porous) nya, bagus untuk memuat/rumah byk bakteri.

Atau BioBlox, bisa buat sendiri dari lembaran Biofill sponge (@8rb), dipotong2 jadi kubus kecil. Tiap lembar bisa jadi 40 pcs BioBlox.
Bioblox juga bagus buat rumah bakteri.

Klo yg mahal Crystal Bio (CB), kemampuan 1 pcs CB setara dgn 10 pcs BioBall. CB mirip dengan Karang jahe, tapi bentuknya lonjong/bulat & tidak menaikkan pH air. Harga per Kg smp 150rb an
Hehehe "

Sebagai tambahan, mas Imam mengatakan bahwa :
" Chamber Biomedia sebaiknya tidak perlu diutak atik, kalau ada kotoran didasar chamber bisa disiphon. BioBlox cukup dimasukkan dalam kantong jaring, nanti kalau dasar chamber sudah kotor, kantongnya tinggal diangkat trus disiphon saja, tidak perlu dicuci medianya, kuatir bakteri2 nya ikut hilang nantinya.
Yang paling penting Chamber Mekanik, sebaiknya medianya rutin dibersihkan minimal 2x/minggu.
Pengalaman dakron gelombang merk purnama itu awet banget, ndak gampang hancur meskipun diperes waktu membersihkannya. "

Sumber : https://mobile.facebook.com/comment/replies/?ctoken=1842690162652992_1842809772641031&count=6&curr&pc=1&ft_ent_identifier=1842690162652992&gfid=AQDLqLDjj8XNvQbf&refid=18&ref=opera_speed_dial&__tn__=R

Semoga catatan ini dapat bermanfaat di kemudian hari

Pengebab air aquarium berbusa

"Kok air dalam aquarium bisa berbusa ya?
Berbahaya atau tidak?
Mohon pencerahan dari para master"

Suatu kalimat dan pertanyaan yang menandakan bahwa kita para pecinta amis-amis perhatian dengan lingkungan tumbuh dari ikan peliharaan kita

Kemudian mas Imam Pranoto menjawab :

"
Penyebab busa/buih muncul :
1. Penggaraman.
2. Filter blm running sempurna (ideal 3-4 minggu), shg kemampuan biomedia mengolah zat inorganik (amonia-nitrit-nitrat) yg berasal dr gradasi pakan & kotoran ikan, jg blm berfungsi maksimal, krn bakteri nitrifikasi blm tumbuh, berkembangbiak & berkoloni pd biomedia.
3. Bila filter sdh running sempurna, penggantian air (WC) yg terlalu byk bisa ikut membuang bakteri yg ada pd air.
Penggantian air sebaiknya 30% tiap 2 hari sekali atau 50% seminggu sekali.
4.Buih/busa muncul krn pd saat kadar zat inorganik terlarut tinggi, ia berbenturan dgn tekanan udara dari semburan aerator atau gaya jatuh air yg keluar dr output filter.
5. Ikan yg tidak sehat atau stress, pd kondisi ini ikan cenderung mengeluarkan lendir lebih banyak dr tubuhnya, shg pd saat lendir itu bercampur dgn air terbentuk busa/buih.
6. Ikan betina yg bertelur, tentu saja krn kandungan protein pd telur tsb yg tinggi dan akan terdegradasi mjd amonia.
7. Overpopulasi et Overfeeding, tentu saja semakin byk populasi ikan, semakin byk pakan yg harus diberikan, semakin byk pula produksi kotorannya, amonia naik dst dst.
Solusinya :
1. Penggaraman sebaiknya diprioritaskan hnya utk karantina ikan yg sakit atau yg baru datang saja. Penggaraman pd filter dgn zeolit bs melepaskan kembali amonia yg sdh terserap.
2. Sesuaikan antara kapasitas filter dgn kemampuan biomedia yg akan dipilih. Bila kapasitas filter minim (<30% vol efektif aquarium), pilihlah biomedia dgn SSA yg besar, agar dpt menampung lebih byk bakteri nantinya. Kuantitas biomedis tdk harus byk.
Misal : Batu Apung, BioBlox, Porous Bioring/Bioceramic, Crystal Bio, Lavarock, Bio Clean Water, Alfagrog, Gromax dll.
Bila kapasitas filter besar (30-40% vol efektif aquarium), pilihlah biomedia dgn SSA yg kecil-sedang, dgn catatan kuantitas jg hrs byk.
Misal : BioBall Spike, BioBall Golf, Smooth Bioring.
3. Utk membantu akselerasi penyempurnaan biomedia, bisa ditambahkan bakteri starter lgsg pd biomedia, dgn diberikan byk aerasi pd chamber biomedia.
4. Population & Feeding control.
5. Bila nampak tanda2 indukan akan kawin, lgsg dipindahkn saja di tempat tersendiri sekaligus pemijahan.
6. Bila nampak tanda2 ikan tidak sehat, segera karantina ikan tsb di tempat terpisah, sesuai prosedur atau penatalaksanaan thd penyakitnya.
Semoga bermanfaat.
# cmiiw ya lur, maturnuwun."

Semoga catatan ini bisa mempermudah untuk pencarian informasi mengenai hal terkait di kemudian hari

Sumber : https://mobile.facebook.com/photo.php?fbid=10154521749782756&id=557422755&set=gm.1843265705928771&refid=18&ref=opera_speed_dial&__tn__=E

Senin, 20 Maret 2017

Kematian pada manfish

Akhirnya selisih 2 hari di susul deh sama 8 temannya
Total 13 ekor manfish mati :v
Sedih sih tapi ya mau gimana lagi, mabok berat soalnya dah di karantina sedemikian rupa tetep aja KO
Next belajar lagi tentang perawatan ikan yang satu ini :3

Home sweet home on progress

Manfish di tank utama pada KO

Tempo hari saya coba untuk pelihara manfish alias angel fish jenis platinum

Hari ini mulai pada mati :"(

Kronologinya :
* Lagi main ke toko aquascape, ada display manfish yang bisa handfeeds (diberi makan menggunakan tangan), disitu aku tanya, dan ternyata itu diberi makan cacing kering, langsung deh beli 6pcs (harga Rp 5rb / bungkus 5gram)
* Senin 13 maret 2017, mulai deh kasi makan, nggak doyan awalnya jadi kasi dikit aja
* Selasa 14 maret 2017, mulai doyan, disitu mulai deh seneng bener akunya, kasi deh makan banyak, sorenya tiba-tiba air di tank super keruh
* Rabu kuras deh 50% ternyata masih belum beres, di hari yang sama dateng deh 3 oranda gedhe, kondisi tank mulai berdesakan plus keruh
* Kamis WC lagi 75% ikan masih aman, tank tetep keruh rasanya jengkel bener, paling gak nyaman kalau liat tank keruh gitu
* Jumat ikan masih santai tapi sirip kemerahan
* Sabtu tank masih keruh, pertama mulai tumbang manfish slayer (gak tau pokoknya aku taunya gitu, super veil kalau gak salah sebutnya)
* Minggu semua ikan aku masukin di tank karantina + ember, air tank aku kuras abis 99% air bening, 4 manfish slayer mati (itu padahal di toko 35rb an :v )
Manfish platinum masih santai aja
* Senin sementara tumbang 4 ekor platinum :'D

Padahal sudah di karantina
Heater 32 derajad
Akriflavine
Garam ikan
Anti white spot

Sisa 5 platinum yang siripnya masih merah, mulutnya juga agak beda
Tapi ini aku jadiin satu sama koki di tank utama
Jenuh :v kalau mau mati, ya mati aja sekalian :v

Pesan moral dari cerita ini :
* Kalau WC jangan kebanyakan + keseringan
* Ngasi makan juga harus sewajarnya aja
* Populasi di tank harus di atur (jangan kebanyakan ikan)
* Cacing beku bikin keruh
* Manfish » ikan yang butuh air mature, kalau kena air baru gampang banget sakitnya

Minggu, 25 September 2016

Ya...! Saya Sang Pengusaha Muda



Sekarang kalau lagi kumpul reuni sama temen SMA atau temen kuliah, salah satu pertanyaan yang diluncurkan kepada kita adalah “Sekarang kamu dimana (maksudnya kerja dimana)?”

Pertanyaan simple tapi sering kali susah untuk dijawab terutama untuk mereka yang tidak, atau setidaknya “belum” punya pekerjaan tetap. Sekolah tinggi-tinggi, kok belum punya pekerjaan tetap. Sedikitnya ada perasaan tidak mengenakkan untuk suatu pertemuan yang seharusnya menggembirakan karena bertemu lagi dengan sahabat-sahabat lawas.

Beberapa ada yang menjawab jujur dengan sedikit menundukkan kepala karena malu, beberapa yang lain senyum-senyum yang dipaksakan menutupi rasa malunya. Tapi akan ada segelintir orang yang dengan tegap menjawab dengan gagahnya bahwa dia tidak bekerja. Iya, tidak bekerja. Tapi berwirausaha, entah apapun itu. Mulai dari jualan makanan, punya produksi garmen, online seller dan bahkan aktifis sekaligus trainer pengembangan diri.

Pendapatan mereka tidak kalah kok bagi yang menjalankan bisnisnya secara serius. Ada yang dalam usia belia sudah mampu menghidupi keluarganya “hanya” dengan berjualan online. Bukan harga mati lagi ketika kita sudah menyelesaikan studi kita, lalu kita “harus” bekerja.

“Daripada bekerja ikut orang yang seadanya, mendingan kerja sendiri, kalau bisa  malah besok bayar orang biar kerja untuk kita”

Katakanlah “orang kantoran” bergaji Rp 2 juta perbulan, berikut adalah perhitungan harga tenaganya yang dibayar oleh bos mereka :

Rp 2.000.000 : 26 hari = Rp 76.923/hari dibulatkan menjadi Rp 77.000/hari
Perhitungan tersebut cuma gambaran kasar dari pendapatan dari “seorang kantoran” yang berangkat jam 8 pagi dan pulang jam 4 sore setiap hari senin sampai dengan hari minggu. Yang artinya ada 8 jam bekerja di kantor (terlepas jam lembur) + waktu perjalanan rumah ke kantor + waktu perjalanan kantor ke rumah dalam sehari yang mereka lewatkan untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai seperti berkumpul dengan keluarga atau menjalankan hobi mereka.

Kita cari gambaran lain untuk wirausahawan muda yang “disamakan” dengan pendapatan orang kantoran tadi. Katakanlah wirausahawan muda ini berjualan baju yang diambilnya dari pasar Klewer, Solo. Harga 1 potong celana santai dari pasar Rp 15 ribu, dijual kembali keuntungan 5 ribu (karena grosir tidak memungkinkan untuk mengambil keuntungan banyak). Kemudian perhitungan keuntungan untuk mencapai 2 juta adalah sebagai berikut :

Rp 2.000.000/bulan : Rp 5.000 = 400 potong/bulan = 13,33 potong/hari atau di bulatkan 14 potong / hari
Dengan menggunakan fitur media sosial seperti bukalapak.com , facebook.com , instagram , blogger dan lain sebagainya, pasti akan memakan banyak waktu untuk mengetik “spek” atau keterangan mengenai apa yang kita jual di masing-masing media tersebut. TAPI… sekali kita posting ke media tersebut akan ada banyak orang yang berkali-kali dapat melihat iklan mengenai dagangan wirausahawan muda tersebut.

***Teringat pada suatu cerita dari buku tulisan Robert T Kiyosaki mengenai “Pipo dan Ambero”. Ambero adalah seseorang yang menggunakan ember untuk mengambil air di mata air yang ada di gunung untuk memenuhi kebutuhan air desanya. Semua orang bahagia ketika setiap hari Ambero terus bekerja dan air tercukupi. Di sisi lain Pipo adalah seseorang yang membangun saluran pipa untuk mengalirkan air ke desa. Butuh waktu lama agar saluran itu selesai. Pada bulan ke tiga akhirnya saluran pipa tersebut terselesaikan. Kebutuhan air desa semakin tercukupi. Untuk hari-hari berikutnya Pipo hanya sesekali mengecek saluran pipanya, tidak demikian Ambero yang terus bekerja mengangkat ember setiap hari.***

Apapun perkerjaan kamu, lakukanlah bila menurutmu itu terbaik untuk dirimu dan orang-orang di sekitarmu.
SUKSES ITU APA?
Dinilai dari jenis pekerjaanmu kah? Atau jumlah rupiah yang kamu dapatkan?

Nggak usah muluk-muluk cari tau tentang apa itu nilai hakiki sukses yang paling benar itu apa. Sukses itu ada dalam dirimu yang dibentuk oleh pemikiran-pemikiran yang ditanamkan oleh lingkunganmu.

“Kalau menurutmu?”

Menurutku? Sukses itu dinilai dari seberapa banyak kita bisa memberi kepada orang lain.

Tidak harus hidup kaya raya bermandikan harta benda, tidak harus sehat selalu sepanjang hayat. Cukup berkecukupan pada suatu waktu. Cukup sehat untuk berjuang. Cukup rejeki untuk melanjutkan perjuangan berikutnya. Lalu kenapa harus terus berjuang? Ya karena sebanyak apapun kita memberi, belum tentu kita dapat mencukupkan semua orang yang ada di sekitar. :D
So… keep on fight!